Politeknik Penerbangan Palembang

Poltekbang Palembang Mengajak Siswa SMK Penerbangan Sriwijaya Untuk Mengenal Regulasi Penerbangan

PALEMBANG, 15 Agustus 2026 — Dunia penerbangan bukan sekadar tentang pesawat yang terbang tinggi di langit, tetapi juga tentang disiplin, kepedulian, dan keselamatan yang harus menjadi budaya sejak seseorang pertama kali mengenal dunia aviasi. Semangat itulah yang dibawa Politeknik Penerbangan Palembang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Sosialisasi Regulasi Keselamatan Penerbangan bagi Siswa SMK Penerbangan di Wilayah Kota Palembang.”

Sebanyak 15 siswa SMK Penerbangan Sriwijaya dari Program Studi Airframe and Powerplant (APP) mengikuti kegiatan yang berlangsung di ruang kelas Prodi PPKP Politeknik Penerbangan Palembang. Bagi para siswa yang tengah mempersiapkan diri menjadi bagian dari industri penerbangan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat bahwa bekerja di dunia aviasi tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap regulasi dan komitmen terhadap keselamatan.

Didampingi oleh empat dosen tetap dan dua taruna Politeknik Penerbangan Palembang, para peserta diajak memahami regulasi serta ketentuan keselamatan yang berlaku di industri penerbangan. Materi tidak berhenti pada pemahaman aturan, tetapi diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa setiap tindakan kecil dalam pekerjaan penerbangan dapat memiliki dampak besar terhadap keselamatan.

“Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu profesi. Setiap insan penerbangan memiliki peran dalam menciptakan penerbangan yang aman,” menjadi semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Bagi siswa Program Studi APP, pemahaman mengenai keselamatan menjadi semakin penting karena mereka dipersiapkan untuk memiliki kompetensi dalam bidang perawatan dan teknis pesawat. Ketelitian, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap prosedur merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan mereka menuju dunia kerja.

Melalui kegiatan PKM ini, Politeknik Penerbangan Palembang tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka ruang bagi siswa untuk mengenal lebih dekat budaya akademik dan dunia pendidikan vokasi penerbangan. Kehadiran taruna sebagai narasumber pendamping turut memberikan gambaran nyata mengenai pengalaman belajar dan kehidupan di lingkungan pendidikan penerbangan.

Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini menjadi langkah kecil untuk menyiapkan generasi muda yang kelak berada di balik operasional penerbangan. Sebab, sebelum menjadi tenaga profesional yang bekerja di hanggar, bandar udara, maupun berbagai sektor industri penerbangan, budaya keselamatan harus terlebih dahulu tumbuh dalam cara berpikir dan bertindak.

Melalui pengabdian kepada masyarakat, Politeknik Penerbangan Palembang terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya mencetak SDM transportasi berkompeten, tetapi juga ikut menanamkan nilai keselamatan, kedisiplinan, dan profesionalisme kepada generasi penerus penerbangan Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Protected By
Shield Security