
Dunia ini dihuni oleh ribuan bahasa yang masing-masing memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. Namun, bagi para pembelajar bahasa, tidak semua bahasa diciptakan sama dalam hal tingkat kesulitan. Beberapa bahasa secara inheren memiliki fitur linguistik yang membuatnya jauh lebih menantang untuk dikuasai, terutama bagi penutur bahasa Inggris atau bahasa-bahasa Indo-Eropa lainnya.
Konsep “bahasa tersulit” tentu saja sangat subjektif dan bergantung pada berbagai faktor, seperti bahasa ibu pembelajar, pengalaman belajar sebelumnya, motivasi, dan sumber daya yang tersedia. Namun, lembaga seperti Foreign Service Institute (FSI) Amerika Serikat telah mengkategorikan bahasa berdasarkan perkiraan waktu yang dibutuhkan seorang penutur asli bahasa Inggris untuk mencapai kemahiran berbicara profesional. Kategori ini mempertimbangkan faktor-faktor seperti sistem penulisan, tata bahasa, fonologi, dan kosa kata. Artikel ini akan mengupas beberapa bahasa yang secara luas diakui sebagai yang paling menantang.
Â
Mengapa Beberapa Bahasa Dianggap Sulit?
Beberapa elemen kunci yang membuat sebuah bahasa menjadi sulit antara lain:
- Sistem Penulisan yang Berbeda: Bahasa dengan alfabet atau sistem karakter yang sama sekali berbeda dari bahasa ibu pembelajar akan membutuhkan waktu dan usaha ekstra.
- Tata Bahasa Kompleks: Banyak kasus (grammatical cases), konjugasi kata kerja yang tidak beraturan, sistem gender, atau struktur kalimat yang jauh berbeda dapat menjadi penghalang.
- Sistem Nada (Tonal Languages): Beberapa bahasa menggunakan nada untuk membedakan arti kata. Perbedaan nada bisa mengubah makna secara drastis.
- Kosa Kata yang Jauh Berbeda: Sedikitnya kesamaan kosa kata (cognates) dengan bahasa yang sudah dikenal membuat proses menghafal lebih panjang.
- Fonologi Unik: Suara-suara yang tidak ada dalam bahasa ibu pembelajar bisa sangat sulit untuk diproduksi dan dibedakan.
- Diglossia: Ketika ada perbedaan signifikan antara bentuk bahasa formal tertulis dan bahasa percakapan sehari-hari.
Â
Deretan Bahasa Tersulit di Dunia
1. Mandarin Cina
Mandarin sering menduduki puncak daftar bahasa tersulit, dan ada banyak alasan kuat untuk itu. FSI mengklasifikasikannya sebagai bahasa Kategori 5, yang membutuhkan sekitar 2.200 jam belajar untuk penutur bahasa Inggris.
- Sistem Nada: Mandarin adalah bahasa tonal dengan empat nada utama (dan satu nada netral). Kesalahan nada dapat sepenuhnya mengubah arti sebuah kata. Contohnya, “ma” bisa berarti ibu, kuda, rami, atau memarahi, tergantung nadanya.
- Karakter Hanzi: Sistem penulisannya yang ideografik, Hanzi, tidak berbasis alfabet. Ada ribuan karakter yang harus dipelajari untuk membaca dan menulis secara fasih, masing-masing dengan banyak guratan.
- Kosa Kata: Kosa kata Mandarin memiliki sedikit sekali kemiripan dengan bahasa-bahasa Eropa, sehingga hampir semua kata harus dipelajari dari awal.
Meskipun tata bahasanya relatif lebih sederhana dibandingkan bahasa lain (misalnya, tidak ada konjugasi kata kerja berdasarkan gender, jumlah, atau waktu), tantangan nada dan karakter sudah cukup untuk membuat banyak pembelajar menyerah.
Sumber: Foreign Service Institute (FSI) Language Difficulty Rankings, Chinese Language and Culture Centre.
2. Bahasa Arab
Bahasa Arab juga termasuk dalam Kategori 5 FSI. Kesulitannya bersumber dari beberapa faktor unik.
- Sistem Penulisan: Abjad Arab ditulis dari kanan ke kiri dan tidak memiliki vokal pendek yang ditulis secara eksplisit, yang dapat menyulitkan pembaca. Bentuk huruf juga berubah tergantung posisinya dalam kata.
- Diglossia: Ini adalah salah satu tantangan terbesar. Ada Bahasa Arab Standar Modern (MSA) yang digunakan dalam tulisan, berita, dan pidato formal, dan sejumlah besar dialek lokal yang sangat berbeda satu sama lain (misalnya, Mesir, Levantine, Maghrebi). Memahami satu dialek tidak berarti memahami yang lain, dan MSA jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.
- Tata Bahasa Kompleks: Tata bahasa Arab sangat kaya dengan akar kata tri-literal, konjugasi kata kerja yang rumit, dan sistem gender untuk kata benda dan kata sifat.
- Fonologi: Bahasa Arab memiliki beberapa suara konsonan yang tidak ditemukan dalam bahasa Inggris dan sulit diucapkan oleh penutur asing.
Sumber: Foreign Service Institute (FSI) Language Difficulty Rankings, Arab Academy.
3. Bahasa Jepang
Jepang juga dikategorikan sebagai bahasa Kategori 5 oleh FSI. Meskipun kedengarannya mungkin tidak seasing Mandarin atau Arab, ia memiliki kompleksitasnya sendiri.
- Tiga Sistem Penulisan: Jepang menggunakan tiga sistem penulisan secara bersamaan: Hiragana (untuk kata-kata asli Jepang dan partikel), Katakana (untuk kata-kata serapan asing), dan Kanji (karakter Cina yang digunakan untuk kosa kata, seperti nama benda dan kata kerja). Menguasai ketiganya membutuhkan waktu bertahun-tahun.
- Sistem Kehormatan (Keigo): Jepang memiliki sistem kehormatan yang sangat kompleks dan berlapis (keigo) yang harus digunakan dengan tepat tergantung pada hubungan sosial antara pembicara. Ini mencakup perubahan kata kerja, kata benda, dan partikel.
- Tata Bahasa: Struktur kalimatnya berbeda dari bahasa Inggris (Subject-Object-Verb), dan penggunaan partikel yang halus sangat penting untuk menyampaikan makna.
- Kosa Kata: Kosa kata Jepang, seperti Mandarin, memiliki sedikit kesamaan dengan bahasa-bahasa Indo-Eropa.
Sumber: Foreign Service Institute (FSI) Language Difficulty Rankings, Japan Foundation.
4. Bahasa Korea
Sama seperti Jepang, Korea juga masuk dalam Kategori 5 FSI. Bahasa Korea memiliki beberapa kesamaan struktural dengan Jepang, menambah kesulitannya.
- Sistem Kehormatan: Seperti Jepang, Korea memiliki sistem kehormatan yang sangat ketat dan berlapis, memengaruhi konjugasi kata kerja, penggunaan kata benda, dan partikel berdasarkan usia, status, dan hubungan.
- Tata Bahasa Kompleks: Struktur kalimat Subject-Object-Verb (SOV) yang mirip dengan Jepang, ditambah dengan penggunaan partikel yang ekstensif untuk menunjukkan fungsi gramatikal kata.
- Kosa Kata: Kosa kata Korea juga sangat berbeda dari bahasa-bahasa Barat, dengan banyak kata pinjaman dari bahasa Mandarin (Hanzi) yang sekarang ditulis dalam Hangul.
Meskipun sistem penulisannya, Hangul, dianggap sebagai salah satu sistem penulisan yang paling logis dan mudah dipelajari di dunia, kompleksitas tata bahasa dan kehormatan tetap menjadikannya tantangan besar.
Sumber: Foreign Service Institute (FSI) Language Difficulty Rankings, King Sejong Institute Foundation.
5. Bahasa Hongaria
Berasal dari rumpun bahasa Finno-Ugric, bahasa Hongaria benar-benar unik di tengah-tengah bahasa-bahasa Indo-Eropa di Eropa. FSI menempatkannya di Kategori 4, yang membutuhkan sekitar 1.100 jam belajar.
- Bahasa Aglutinatif: Hongaria adalah bahasa aglutinatif, yang berarti ia menambahkan banyak sufiks (imbuhan di akhir kata) untuk menunjukkan fungsi gramatikal, bukan menggunakan preposisi terpisah.
- Banyak Kasus Tata Bahasa: Hongaria memiliki 18 kasus tata bahasa (nominatif, akusatif, datif, instrumental, dll.), yang jauh lebih banyak daripada sebagian besar bahasa Eropa lainnya.
- Harmoni Vokal: Bahasa ini memiliki sistem harmoni vokal yang ketat, di mana vokal dalam sebuah kata harus serasi dalam “kecerahan” atau “kegelapan” mereka, yang mempengaruhi pemilihan sufiks.
Kosa katanya juga tidak memiliki banyak kesamaan dengan bahasa-bahasa tetangganya, menjadikannya ‘pulau linguistik’ yang terisolasi.
Sumber: Foreign Service Institute (FSI) Language Difficulty Rankings, Hungarian Language and Culture Center.
6. Bahasa Polandia
Bahasa Polandia adalah bahasa Slavia yang juga masuk dalam Kategori 4 FSI, dikenal karena kompleksitas tata bahasanya.
- Sistem Kasus: Polandia memiliki 7 kasus tata bahasa yang harus dikuasai, yang mempengaruhi deklinasi kata benda, kata sifat, dan pronomina.
- Konjugasi Kata Kerja: Konjugasi kata kerja sangat ekstensif dan sering tidak beraturan, dengan banyak pengecualian.
- Aspek Verbal: Bahasa Polandia menggunakan aspek sempurna dan tidak sempurna untuk kata kerja, yang bisa membingungkan bagi pembelajar.
- Pelafalan: Pelafalan Polandia memiliki banyak kluster konsonan yang sulit bagi penutur bahasa non-Slavia.
Meskipun menggunakan alfabet Latin, huruf-huruf tertentu dan pelafalannya sangat berbeda dari bahasa-bahasa Barat lainnya.
Sumber: Foreign Service Institute (FSI) Language Difficulty Rankings, Polish Cultural Institute.
Â
Kesimpulan
Belajar bahasa adalah perjalanan yang mengasyikkan, dan tingkat kesulitan hanyalah salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan. Bahasa-bahasa seperti Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Hongaria, dan Polandia memang menghadirkan tantangan linguistik yang signifikan dengan sistem penulisan yang unik, tata bahasa yang kompleks, atau fonologi yang asing.
Namun, justru karena kesulitannya, menguasai bahasa-bahasa ini seringkali memberikan rasa pencapaian yang luar biasa dan membuka pintu ke budaya serta cara berpikir yang sama sekali baru. Bagi para polyglot sejati atau siapa pun yang mencari tantangan intelektual, bahasa-bahasa ini menawarkan medan bermain yang kaya dan mendalam. Pada akhirnya, dengan dedikasi, metode yang tepat, dan sumber daya yang memadai, bahasa apa pun dapat dipelajari.