Politeknik Penerbangan Palembang

Fakta Tentang Bluetooth: Dari Raja Viking sang Pemersatu hingga Teknologi Nirkabel

Di era digital ini, teknologi nirkabel seperti Bluetooth telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Dari menghubungkan headphone ke smartphone, menyinkronkan data antar perangkat, hingga mengontrol perangkat rumah pintar, Bluetooth memungkinkan komunikasi tanpa kabel yang praktis dan efisien. Namun, tahukah Anda bahwa nama teknologi modern ini memiliki akar sejarah yang sangat kuno, jauh sebelum penemuan listrik apalagi internet? Ya, nama “Bluetooth” diambil dari nama seorang raja Viking legendaris.

Kisah ini membawa kita kembali ke Skandinavia abad ke-10, ke masa-masa di mana para prajurit Norse berlayar melintasi lautan dan membentuk kerajaan. Nama “Bluetooth” bukan hanya sebuah kebetulan, melainkan sebuah penghormatan simbolis terhadap seorang raja yang memiliki visi pemersatu. Mari kita selami lebih dalam sejarah menarik di balik nama teknologi yang kita gunakan setiap hari.

 

Siapakah Harald “Bluetooth” Gormsson? Raja Viking sang Pemersatu

Nama “Bluetooth” berasal dari Harald Gormsson (sekitar 910 – 987 M), seorang raja Viking yang memerintah Denmark dan sebagian Norwegia pada akhir abad ke-10. Julukan “Bluetooth” atau dalam bahasa Norse Kuno, “BlÃ¥tand,” memiliki beberapa teori asal-usul. Teori paling populer menyebutkan bahwa Harald memiliki gigi mati berwarna kebiruan atau kehitaman yang menonjol, sehingga memberinya julukan tersebut. Teori lain mengaitkannya dengan kesukaannya pada buah blueberry yang meninggalkan noda biru di giginya, atau bahkan sebuah kesalahan terjemahan dari istilah yang sebenarnya mengacu pada warna kulit atau rambutnya.

Namun, terlepas dari asal-usul spesifik julukannya, Harald “Bluetooth” Gormsson dikenal luas atas pencapaiannya yang paling signifikan: menyatukan suku-suku Denmark yang sebelumnya terpisah menjadi satu kerajaan yang kohesif. Ia juga berhasil menaklukkan dan memerintah sebagian Norwegia, serta memperkenalkan agama Kristen ke Denmark. Batu Jelling, sebuah monumen bersejarah di Denmark, mencatat prestasi Harald ini dengan prasasti yang berbunyi, “Raja Harald memerintahkan monumen ini dibangun untuk Gorm, ayahnya, dan Thyra, ibunya; Harald yang memenangkan seluruh Denmark dan Norwegia dan membuat orang Denmark menjadi Kristen.”

Kisah Harald Bluetooth adalah kisah tentang penyatuan dan komunikasi, dua tema sentral yang secara mengejutkan akan bergema ribuan tahun kemudian dalam dunia teknologi.

 

Bagaimana Nama “Bluetooth” Terpilih untuk Teknologi Modern?

Hubungan antara raja Viking kuno dan teknologi nirkabel modern dimulai pada tahun 1997. Saat itu, beberapa perusahaan teknologi terkemuka seperti Ericsson, Intel, dan Nokia sedang bekerja sama untuk mengembangkan standar tunggal yang akan memungkinkan komunikasi nirkabel jarak pendek antara berbagai perangkat yang berbeda. Tujuannya adalah untuk “menyatukan” berbagai protokol komunikasi yang saling tidak kompatibel, mirip dengan bagaimana Harald Bluetooth menyatukan suku-suku Skandinavia.

Jim Kardach dari Intel adalah orang yang mengusulkan nama “Bluetooth” sebagai nama kode sementara untuk proyek tersebut. Kardach saat itu sedang membaca buku sejarah tentang Viking berjudul “The Long Ships” karya Frans G. Bengtsson, yang membahas kisah Raja Harald Bluetooth. Dia menyadari paralel yang kuat antara misi Raja Harald untuk menyatukan suku-suku Skandinavia dan misi mereka untuk menyatukan protokol komunikasi. Nama “Bluetooth” dimaksudkan sebagai julukan sementara hingga nama resmi yang lebih menarik dapat ditemukan. Namun, seiring berjalannya waktu, nama tersebut melekat dan akhirnya menjadi nama resmi teknologi tersebut.

Jadi, meskipun awalnya hanya sebuah nama kode sementara yang terinspirasi dari sejarah kuno, “Bluetooth” akhirnya menjadi identitas global untuk standar komunikasi nirkabel yang menyatukan dunia perangkat elektronik kita.

 

Fungsi dan Evolusi Teknologi Bluetooth

Sejak pertama kali diperkenalkan secara komersial pada tahun 1999, Bluetooth telah berkembang pesat. Teknologi ini dirancang untuk memungkinkan transfer data nirkabel jarak pendek antar perangkat seluler, komputer pribadi, dan perangkat periferal lainnya. Beroperasi pada pita frekuensi 2.4 GHz, Bluetooth menyediakan alternatif untuk koneksi kabel, menghilangkan kerumitan kabel yang berbelit-belit.

Berbagai versi Bluetooth telah dirilis selama bertahun-tahun, masing-masing membawa peningkatan dalam kecepatan, jangkauan, efisiensi daya, dan keamanan. Versi-versi seperti Bluetooth 2.0, 3.0, 4.0 (termasuk Bluetooth Low Energy atau BLE), 5.0, dan yang terbaru 5.x terus berinovasi, mendukung aplikasi baru mulai dari perangkat wearable, sensor IoT (Internet of Things), hingga sistem navigasi dalam ruangan.

Visi pemersatu Harald Bluetooth kini terealisasi dalam bentuk miliaran perangkat di seluruh dunia yang “berbicara” satu sama lain berkat teknologi yang menyandang namanya.

 

Logo Bluetooth: Gabungan Rune Kuno

Kisah tentang raja Viking tidak berhenti pada nama. Logo Bluetooth yang ikonik juga merupakan penghormatan langsung kepada Harald Bluetooth. Logo tersebut adalah gabungan dari dua karakter runik kuno, yaitu Hagall (áš¼) dan Bjarkan (á›’). Kedua rune ini masing-masing merepresentasikan inisial Harald Bluetooth: ‘H’ untuk Harald dan ‘B’ untuk Bluetooth. Desain ini semakin memperkuat ikatan antara teknologi modern ini dengan warisan sejarah Nordik yang kaya.

 

Kesimpulan

Dari gigi biru seorang raja Viking abad ke-10 hingga teknologi nirkabel yang menghubungkan dunia modern, kisah di balik nama Bluetooth adalah pengingat yang menakjubkan tentang bagaimana sejarah dan inovasi dapat bersatu. Harald “Bluetooth” Gormsson dikenal karena menyatukan wilayah yang terpecah, dan teknologi yang menyandang namanya juga berhasil menyatukan dunia komunikasi nirkabel. Setiap kali kita menggunakan Bluetooth untuk menghubungkan perangkat, kita tanpa sadar merayakan warisan seorang raja kuno yang visinya tentang persatuan melampaui batas waktu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
x  Powerful Protection for WordPress, from Shield Security
This Site Is Protected By
Shield Security