Politeknik Penerbangan Palembang

Waspada Pancaroba! Mengapa Tubuh Kita Lebih Gampang Sakit di Musim Transisi Ini?

Musim pancaroba, atau periode transisi antara musim kemarau dan musim hujan, adalah fenomena alam yang rutin terjadi di negara tropis seperti Indonesia. Alih-alih hanya sekadar perubahan cuaca, pancaroba seringkali menjadi momok bagi banyak orang karena identik dengan peningkatan kasus penyakit. Flu, batuk, pilek, demam, hingga gangguan pencernaan, seolah menjadi “langganan” saat musim ini tiba. Namun, mengapa sebenarnya tubuh kita menjadi lebih rentan sakit di musim pancaroba?

 

Mengapa Pancaroba Menjadi Musim Rawan Penyakit?

Ada beberapa faktor utama yang saling berkaitan mengapa pergantian musim ini menjadi waktu yang menantang bagi sistem kekebalan tubuh kita:

1. Fluktuasi Suhu dan Kelembaban Ekstrem

Salah satu ciri paling mencolok dari musim pancaroba adalah perubahan cuaca yang tidak menentu. Satu hari bisa sangat panas menyengat, hari berikutnya bisa mendadak hujan deras dengan suhu dingin. Fluktuasi suhu yang drastis ini memaksa tubuh bekerja lebih keras untuk beradaptasi dan menjaga suhu inti tetap stabil. Proses adaptasi ini membutuhkan energi ekstra dan dapat menyebabkan stres pada sistem kekebalan tubuh.

Selain suhu, kelembaban udara juga berperan. Saat udara sangat kering, saluran pernapasan kita bisa menjadi lebih kering dan rentan iritasi, sehingga memudahkan virus masuk. Sebaliknya, saat udara terlalu lembab, lingkungan menjadi ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur.

2. Penurunan Imunitas Tubuh

Stres yang dialami tubuh akibat adaptasi cuaca dapat berdampak langsung pada sistem imun. Ketika tubuh terus-menerus berusaha menyesuaikan diri, cadangan energi dan nutrisi bisa terkuras, sehingga kekebalan tubuh menjadi lebih lemah. Ini membuat kita lebih mudah tertular virus atau bakteri yang beredar. Kurangnya paparan sinar matahari (jika musim cenderung mendung atau hujan) juga dapat mengurangi produksi vitamin D, yang penting untuk fungsi kekebalan tubuh.

3. Peningkatan Penyebaran Virus dan Bakteri

Perubahan cuaca di musim pancaroba seringkali menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi penyebaran patogen. Udara yang kering dapat membuat partikel virus dan bakteri bertahan lebih lama di udara. Selain itu, kecenderungan orang untuk berkumpul di dalam ruangan saat hujan atau cuaca buruk juga meningkatkan risiko penularan penyakit melalui kontak langsung atau tetesan pernapasan (droplet).

Penyakit yang sering muncul di musim pancaroba antara lain:

  • Influenza (flu) dan batuk pilek
  • Demam berdarah dengue (DBD), karena genangan air yang meningkat menjadi sarang nyamuk
  • Chikungunya
  • Diare dan tifus, akibat sanitasi yang kurang baik saat banjir atau genangan air
  • ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

4. Alergen dan Polutan yang Bertebaran

Musim pancaroba juga seringkali diikuti dengan peningkatan jumlah alergen dan polutan di udara. Angin kencang dapat menyebarkan debu, serbuk sari, dan spora jamur yang dapat memicu reaksi alergi atau memperburuk kondisi penderita asma. Kualitas udara yang buruk akibat polusi kendaraan atau industri, ditambah dengan perubahan cuaca, bisa semakin memperparah iritasi pada saluran pernapasan.

5. Perubahan Pola Hidup

Tanpa disadari, perubahan musim juga bisa memengaruhi pola hidup kita. Saat hujan, orang mungkin cenderung kurang aktif bergerak atau berolahraga. Pilihan makanan juga bisa berubah, misalnya lebih banyak mengonsumsi makanan instan atau kurang bergizi. Kurangnya istirahat yang cukup atau dehidrasi juga bisa memperburuk kondisi kesehatan dan melemahkan daya tahan tubuh.

 

Strategi Ampuh Menjaga Kesehatan di Musim Pancaroba

Meskipun musim pancaroba penuh tantangan, bukan berarti kita tidak bisa melaluinya dengan sehat. Berikut adalah beberapa langkah preventif yang bisa Anda lakukan:

  • Perkuat Sistem Imun: Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya vitamin dan mineral, terutama vitamin C, D, dan zinc. Jangan lupakan buah-buahan dan sayuran.
  • Istirahat Cukup: Pastikan Anda mendapatkan tidur yang berkualitas 7-8 jam setiap malam.
  • Hidrasi yang Optimal: Minum air putih yang cukup, bahkan jika Anda merasa tidak haus. Hindari minuman manis berlebihan.
  • Jaga Kebersihan Diri dan Lingkungan: Rajin mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar. Bersihkan rumah secara teratur untuk mengurangi debu dan tungau.
  • Sedia Payung Sebelum Hujan: Sediakan jaket, payung, atau jas hujan saat bepergian untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak.
  • Olahraga Teratur: Tetap aktif secara fisik meskipun cuaca tidak menentu. Anda bisa mencoba olahraga di dalam ruangan.
  • Hindari Keramaian Jika Memungkinkan: Kurangi kontak dengan orang sakit, dan pertimbangkan untuk memakai masker di tempat umum yang ramai.
  • Vaksinasi: Pertimbangkan untuk melakukan vaksinasi influenza, terutama jika Anda termasuk kelompok rentan.
  • Kelola Stres: Lakukan aktivitas yang Anda nikmati untuk mengurangi stres, karena stres juga dapat memengaruhi kekebalan tubuh.

 

Kesimpulan

Musim pancaroba memang membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan kita. Fluktuasi suhu, penurunan imunitas, peningkatan penyebaran patogen, alergen, dan perubahan pola hidup semuanya berkontribusi pada kerentanan tubuh terhadap penyakit. Namun, dengan kesadaran dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita bisa menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dan melewati musim transisi ini dengan lebih sehat. Ingatlah, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
x  Powerful Protection for WordPress, from Shield Security
This Site Is Protected By
Shield Security